PEREKONOMIAN TERBUKA

Nama    : FITRIA ANISAH
NPM     : 1601270036
Prodi     : 4A perbankan syariah
Doping  : Pak TOTOK HARMOYO SE, M.Si





BAB 3
PEREKONOMIAN TERBUKA


ARUS MODAL DAN BARANG INTERNASIONAL
Perekonomian terbuka adalah perekonomian suatu negara yang melakukan perdagangan internasional serta memiliki hubungan- hubungan finansial dan non finansial dengan negara- negara lain, seperti dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan teknologi. Dalam perekonomian terbuka perdagangan internasional merupakan salah satu bagian penting untuk menggerakkan roda perekonomian negara tersebut.
Ketika perekonomian disebut, “terbuka,” berarti pengeluaran negara di tiap tahun tertentu tidak sama dengan output barang dan jasanya. Suatu negara bisa melakukan pengeluaran lebih banyak ketimbang produksinya dengan meminjam dari luar negeri, atau bisa melakukan pengeluaran lebih kecil dari produksinya dan memberi pinjaman pada negara lain. Mari kita lihat perhitungan pendapatan nasional untuk menjelaskannya.
Persamaan :
Y = C + I + G + NX
Keterangan :
Y = Pendapatan Nasional
C = Konsumsi
I = Investasi
NX = Net Ekspor
Berikut ini turunannya : Dalam perekonomian tertutup, seluruh output dijual di dalam negeri, dan Pendapatan dibagi menjadi tiga komponen: konsumsi (C) , investasi (I) , dan belanja pemerintah (G) .
Y = C + I + G
Dalam perekonomian terbuka, sebagian output dijual dalam negeri dan sebagian diekspor untuk dijual di luar negeri. Kita dapat Y dalam ekonomi terbuka dalam empat komponen: (Cd) konsumsi barang dan jasa domestik, (Id) investasi dalam barang dan jasa domestik, (Gd) pengeluaran pemerintah pembelian barang dan jasa domestik, dan (X) ekspor barang dan jasa domestik . Pembagian ini dinyatakan dalam :
Y = Cd + Id + Gd + EX.
Jumlah dari tiga komponen pertama Cd + I d + Gd adalah pengeluaran domestik atas barang dan jasa domestik. Istilah (X) ekspor  barang dan jasa domestik ke luar negeri (nilai ekspor). Kita dapat mengatakan bahwa,
C = Cd + Cf à C= C - Cf
I = Id + If à I= I – If
G = Gd + Gf à Gd = G - Gf
Keterangan :
d = domestik
f = foreign ( Luar Negeri )
Ganti tiga persamaan ke dalam persamaan di atas:
Y = Cd + Id + Gd + X
Y = (C – Cf) + (I - If) + (G – Gf) + EX.
Kita dapat mengatur ulang untuk mendapatkan
Y = C + I + G + X - (Cf + If + Gf)
Jumlah pengeluaran domestik atas barang dan jasa mancanegara (Cf + If + Gf) adalah pengeluaran pada impor (M). Kita dapat menulis identitas pos pendapatan nasional sebagai:
Y = C + I + G + X – IM

TABUNGAN DAN INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA KECIL
Kita akan mengembangkan model arus modal dan barang internasional. Lalu kita akan membahas isu seperti bagaimana neraca perdagangan merespons terhadap perubahan kebijakan.
Mobilitas modal dan tingkat bunga dunia Telah diurai bahwa neraca perdagangan sama dengan arus modal ke luarneto, yang lalu sama dengan tabungan dikurangi investasi. Model kitaberfokus pada tabungan dan investasi. Kita gunakan bagian model dariBab 3, tapi tak mengasumsikan tingkat bunga riil menyeimbangkantabungan dan investasi. Sebaliknya, kita biarkan perekonomianmengalami defisit perdagangan dan meminjam dari negara lain, ataumengalami surplus perdagangan dan memberi pinjaman pada negara lain.Misal perekonomian terbuka kecil dengan mobilitas modal sempurna dimana tingkat bunga di dalamnya sama dengan tingkat bunga dunia r*,dinotasikan r = r*.Dalam perekonomian tertutup, yang menentukan tingkat bunga adalahkeseimbangan tabungan domestik dan investasi—dan dunia, sepertiperekonomian tertutup—karenanya, keseimbangan tabungan dunia daninvestasi dunia menentukan tingkat bunga dunia.
Model untuk mengembankan perekonomian terbuka kecil ada tiga asumsi dari 3 bab:
Ø  Output perekonomian Y ditentukan oleh Y = Y = F(K, L) faktor-faktor produksi dan fungsi produksi.
Ø  Konsumsi berhubungan secara positif dengan pendapatan disposabel (Y - T). menyakan bahwa C = C (Y-T)
Ø  Investasi berhubungan secara negatif dengan tingkat bunga riil r.kita nyatakan fungsi investasi dengan I = I (r) NX = (Y-C-G) – I atau NX = S - IIdentitas pos pendapatan nasional, diekspresikan dalam tabungan dan investasi.Mensubstitusi tiga asumsi dari Bab 3 dan asumsi bahwa tingkat bunga sama dengan tingkat bunga dunia, r*.NX = (Y-C(Y-T) - G) - I (r*)NX = S - I (r*)Persamaan ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan ditentukan oleh selisih antara tabungan dan investasi pada tingkat bunga dunia.
KURS = Nilai tukar mata uang
Nilai tukar mata uang dibagi menjadi dua yaitu :
Kurs nominal, adalah nilai tukar yang ditulis dengan angka nominal. Misalnya US$ 1,00=Rp10.000. kurs antara dua Negara adalah yang dinamakan kurs nominal.
Kurs riil (riil exchange rate) adalah harga relative dari barang-barang kedua Negara yang menyatakan tingkat dimana kita dapat memperdagangkan barang-barang dari suatu Negara untuk barang-barang dari suatu Negara untuk barang-barang Negara lain. Oleh karena itu nilai tukar riil juga disebut terms of trade. 
Secara umum dapat dituliskan = Nilai tukar nominal x  Harga barang domestic
Harga barang luar negeri. Nilai tukar riil diantara kedua Negara dihitung dari nilai tukar nominal dan tingkat harga di kedua Negara.Jika nilai tukar riil adalah tinggi, berarti harga barang-barang luar negeri relative murah, dan harga barang-barang domestic relatif mahal. Dan sebaliknya, jika nilai tukar riil rendah, berarti harga barang-barang luar negeri relative mahal, dan harga-harga barang domestic relative murah. Penentuan kurs valuta asing dapat dibedakan kepada dua sistem:
1.    Sistem Kurs Tetap
Dalam sistem ini semua transaksi mata uang akan menggunakan kurs yang direncanakan oleh bank sentral. Dalam melakukan jual beli mata uang asing lembaga-Iembaga keuangan. terutama bank perdagangan, akan menggunakan kurs yang ditetapkan ini. Sebagai contoh misalkan bank sentral menetapkan kurs yang berikut di antara dolar US dengan rupiah: USSl,00 = Rp10.000. Berdasarkan kurs ini, jual beli dolar akan menggunakan kurs tersebut. Seorang pengekspor yang menerima dolar US akan menjual kepada bank perdagangan pada kurs yang ditetapkan tersebut. Sebaliknya pula, suatu perusahaan yang ingin mengimpor barang dari luar negeri dan memerlukan dolar US, akan membayar sebanyak Rpl0.000 juga untuk setiap dolar yang dibelinya. Sistem kurs tetap tidak dapat menjamin agar keseimbangan permintaan dan penawaran mata uang asing dicapai pada kurs yang ditetapkan. Pada umumnya keseimbangan di pasaran bebas dicapai spada kurs yang berbeda. Dengan demikian, pada kurs yang ditetapkan biasanya permintaan dan penawaran tidak seimbang.
2.    Sistem Kurs Fleksibel (Berubah Bebas)
Dalam sistem kurs valuta asing yang tleksibel, harga valuta asing ditetapkan oleh permintaan dan penawaran valuta asing di pasaran. Dari sehari ke sehari permintaan dan penawaran valuta asing mengalami perubahan. Maka kurs valuta using akan selalu mengalami penambahan. Dalam sistem penentuan kurs pertukaran ini bank sentral tidak perlu secara aktif menyertai jual beli valuta asing di pasaran. Fleksibilitas harga valuta asing akan menjamin tercapainya keadaan di mana permintaan valuta asing adalah sama dengan penawaran valuta asing. Dengan demlkian bank sentral tidak perlu menyimpan cadangan valuta asing yang berlebih-lebilian untuk digunakan dalam intervensi pasaran apabila ketidakseimbangan di antara permintaan dan penawaran valuta asing berlaku.
Kurs fleksibel mempunyai beberapa kelemahan. Salah satu yang penting adalah: sistem itu dapat mengakibatkan fluktuasi harga valuta asing yang sangat besar dari satu periode ke periode lainnya. Fluktuasi yang tidak teratur ini dapat mempengaruhi tingkat harga, tingkat kegiatan ekonomi dan keadaan kesempatan kegia. Dengan perkataan lain fluktuasi kurs valuta asing yang terlalu bebas dapat menimbulkan beberapa akibat buruk kepada kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat, Untuk menghindari implikasi buruk tersebut sering kali bank sentral melakukan jual beli valuta asing dengantujuan untuk mengurangi fluktuasi harga valuta asing. Pada ketika harga valuta asing dianggap terlalu tinggi, bank sentral akan menjual valuta asing. Apabila harga valuta asing dianggap terlalu rendah, bank sentral akan membeli valuta asing. Apabila dalam sistem kurs pertukaran fleksibel bank sentral secara aktif turut Serta dalam jual beli valuta asing, maka sistem penentuan kurs pertukaran itu dinamakan dirty float atau managed float.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DATA MAKROEKONOMI